"Itu kan haknya Gerindra sebagai partai politik, ya silakan saja. Saya setiap hari di sini, enggak ke mana-mana," kata Saefullah di Balai Kota, Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/1).
Saefullah mengaku tidak tahu soal mekanisme pencalonan oleh partai. Terlebih dirinya bukan kader partai ataupun tidak pernah berniat maju lewat jalur independen.
"Ya, saya metodenya bagaimana kan enggak tahu. Orang itu, mau jadi cagub atau cawagub kan ada tiga syarat. Yang pertama harus punya partai, saya enggak punya partai. Yang kedua kalau independen harus ngumpulin KTP, saya enggak ngumpulin KTP, jadi dua-duanya enggak bagaimana?" lanjutnya bertanya.
Dia mengaku pernah menyampaikan sikapnya kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengenai sikapnya tersebut.
"Saya sudah menyampaikan ke Pak Gubernur, kalau saya sampai sekarang belum berniat untuk maju di pilkada, baik calon wagub apalagi gubernur," tandasnya
Satu-satunya PNS yang namanya masuk dalam bursa Cagub itu menganggap jabatan yang ada padanya sekarang juga bukan sesuatu yang diharapkan.
"Jadi saya yang sekarang saja di luar prediksi saya. Menjadi Sekda itu, di luar prediksi saya, luar biasa. Jadi apalagi? Mau mengabdi ke rakyat, di sini (jadi Sekda) juga bisa mengabdi. Sudah cukup, sudah cukup," tutupnya.
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik, mengatakan, sampai saat ini, delapan nama tokoh yang masuk bursa calon gubernur dari partainya belum menolak pinangan tersebut. Dua diantaranya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Sekretaris Daerah DKI Saefullah.
[ald]