"Bila melihat faktor yang menyebabkan ketidakpuasan publik, kelihatannya Jokowi akan mengambil langkah Reshuffle jilid II. Ada beberapa menteri terkait yang disoroti karena harga bahan pokok, rupiah, kabut asap serta BBM," kata polster Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKopi), Hendri Satrio di Jakarta, Minggu (18/10).
Hasil survei terbaru KedaiKopi mengungkapkan, mayoritas masyarakat menyatakan tidak puas dengan kinerja setahun pemerintahan Jokowi-JK. Hendri mengatakan 54,7 persen masyarakat tidak puas. Dari hasil survei, ketidakpuasan publik dipicu tiga hal, yaitu harga bahan pokok yang tinggi (35,5 persen), pelemahan nilai tukar rupiah (23,7 persen) serta lambannya penanganan kabut asap (11,8 persen).
Walaupun reshuffle sebagai hak preogratif presiden, sebut Hendri, namun patut diistilahkan bahwa keinginan masyarakat adalah presiden melakukan perombakan kabinet.
"Saya rasa presiden akan melakukan perombakan kabinet jilid II. Apalagi ada kaitannya dengan kasus-kasus yang melibatkan parpol pendukung dari segi korupsi," ujar Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina itu.
Selain itu, Hendri menilai bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke pemerintahan menjadi alasan keperluan reshuffle. Hendri memprediksi PAN akan mendapatkan jatah dua kursi di kabinet.
"Dari tipikal PAN, dari kapasitasnya dan kapabilitasnya pengalaman waktu zaman SBY, nampaknya PAN mengincar menteri bidang ekonomi dan sosial. Saya rasa sih akan ke sana, industri atau kehutanan mungkin . Yang di sosial mungkin, pariwisata atau komunikasi," demikian Hendri.
[dem]
BERITA TERKAIT: