KERUSUHAN TOLIKARA

Din: Polri Jangan Banyak Teori, Langsung Tindak Tegas!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 19 Juli 2015, 17:31 WIB
Din: Polri Jangan Banyak Teori, Langsung Tindak Tegas<i>!</i>
sin syamsuddin/net
rmol news logo Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus pelarangan Salat Idul Fitri di Tolikara, Papua yang berujung pengerusakan tempat ibadah. Din juga mendesak agar Polri tidak terlalu banyak mengeluarkan alasan tanpa diiringi tindakan yang tegas.

"Kita mendesak Polri segera menindak tegas. Harus ada yang ditangkap. Nggak usah banyak teori, seperti alasan ada faktor apa gitu, tapi yang jelas ini bentuk ekstrimisme yang nyata," ujarnya usai acara open house di kediaman Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie, Komplek Pondok Labu Indah, Jakarta Selatan (Minggu, 19/7).

Sementara di satu sisi ia mengecam keras tindakan yang menurutnya sudah tidak bisa ditolerir itu. Meski begitu, ia mengimbau agar umat muslim di Indonesia untuk tidak terpancing melancarkan aksi balas dendam. Balas dendam, lanjutnya, hanya akan memperkeruh suasana kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

"Ini menunjukkan tingkat toleransi kita masih rendah, mudah dikatakan tapi sulit diterapkan. Saya mengimbau kepada umat Islam tidak perlu melakukan aksi balas dendam. Namun harus segera pemerintah dan aparat mengambil langkah hukum," tandas ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA