Begitu antara lain alasan kenapa Darmin kurang pantas diangkat menjadi menteri bidang ekonomi di kabinet kerja. Dengan rekam jejak yang demikian, Darmin diyakini tidak akan mampu mengatasi permasalahan ekonomi yang ada dan membantu Presiden Joko Widodo mewujudkan janji ekonomi Nawacita dan Trisakti.
"Nggak pantes banget (Darmin Nasution jadi menteri bidang ekonomi), selama ini jadi pejabat juga gak ada prestasinya," ujar Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya'roni saat berbincang dengan redaksi, Minggu (5/7).
Selain soal kemampuan, pertimbangan lain bahwa Darmin tidak tepat dijadikan menteri karena dianggap sebagai figur bermasalah. Saat menjabat Dirjen Pajak, Darmin ditengarai terlibat dalam beberapa kasus besar seperti kasus pengemplanan pajak Paulus Tumewu dan kasus pajak Gayus Tambunan.
Selain dua kasus itu, Darmin yang pernah menjabat Direktur Jenderal Lembaga Keuangan, Kepala Bapepam Lembaga Keuangan, dan Deputi Senior Bank Indonesia, juga disebut-sebut tersangkut kasus Century senilai Rp 6,7 triliun. Ketika kasus ini muncul, Darmin adalah komisioner LPS. Darmin diketahui ikut rapat KSSK yang mengurus bailout tersebut.
"Jadi, kalau dia (Darmin) diangkat menjadi menteri, ekonomi Indonesia makin nyungsep, rupiah makin terseok," tukas Sya'roni yakin.
[dem]
BERITA TERKAIT: