"Sosialisasi pilkada massif, tapi tidak edukatif. Terutama untuk masyarakat lokal hanya sosialisasi tanggal-tanggal saja," kata pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro.
Hal itu disampaikan Siti saat menjadi pembicara di acara Focus Group Discussion (FGD) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di ruang Pleno Fraksi PKS DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta (17/6).
Bahkan dari penentuan tanggal saja, lanjut Siti Zuhro, memunculkan penentangan dari masyarakat.
"Misalnya masyarakat Papua, menolak pilkada karena bulan Desember bertepatan dengan bulan Hari Natal," ujar Siti Zuhro.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: