Akom Minta Tommy Soeharto Bersabar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 25 April 2015, 01:28 WIB
Akom Minta Tommy Soeharto Bersabar
tommy soeharto/net
rmol news logo Partai Golkar tidak boleh diambil alih dalam pengertian coup d'etat atau kudeta. Begitu jawaban Ketua Fraksi Golkar Ade Komaruddin mengenai klaim bahwa kader bawah Golkar menginginkan Keluarga Cendana mengambil alih partai.

"Demokrasi itu kita semua harus sabar. Jadi tidak boleh take over dalam pengertian misalnya kudeta, nggak boleh," ujarnya saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 24/4).

Ade menilai, hasrat Tommy Soeharto yang merupakan 'putera mahkota Keluarga Cendana' untuk menjadi ketum adalah hal yang diperbolehkan. Asalkan, hal itu dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

"Adalah hak setiap keluarga Golkar untuk bisa mencalonkan apapun. Apakah mau jadi Ketum, mau jadi pengurus, adalah hak setiap keluarga Golkar, tidak bisa dibatasi apapun," tanggapnya.

Sementara menanggapi wacana mengenai Musyawarah Nasional (Munas) Islah di tahun 2015, Ade meminta agar hal itu ditempuh dengan cara yang benar. Usulan Munas yang mengarah ke Munas Luar Biasa itu harus memenuhi syarat sebagaimana yang digariskan aturan, yakni adanya dukungan sebanyak 2/3 dari pemegang suara Munas.

"Langkah-langkah itu kita sambut positif saja sebagai bahan diskusi, tetapi tidak boleh melanggar rambu-rambu organisasi dan aturan Perundang-undangan. Saya ingin negara ini dibangun di atas demokrasi yang sehat, semua aturan yang ada tidak boleh ditabrak," tandas pria yang akrab disapa Akom itu. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA