Prabowo Tegaskan Gerindra Tolak Privatisasi BUMN

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 08 April 2015, 11:32 WIB
Prabowo Tegaskan Gerindra Tolak Privatisasi BUMN
prabowo subianto/net
rmol news logo Ketua Dewan Pembina Partai Gerinda Prabowo Subianto menyindir masalah melemahnya mata uang rupiah serta kenaikan harga bahan pokok yang tengah terjadi di Indonesia saat ini.

"Saya pernah ditanya soal mata uang dan harga bahan pokok. Jawabannya sebenarnya sangat sederhana, tapi elit di Indonesia dan banyak pakar ekonomi di Indonesia tidak mau jujur kepada rakyat," kata Prabowo dalam pelantikan Pengurus DPP Geridra di Jakarta hari ini (Rabu, 8/4),

"Masalah yang sudah sering kita ingatkan adalah, selama Pasal 33 UUD 45 tidak kita penuhi, sela itu ekonomi kita tidak akan kuat dan selalu menjadi bajakan negara lain," sambungnya.

Ia menjelaskan bahwa kendati Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya, namun kekayaan itu tidak diam di Indonesia, melainkan mengalir ke luar negeri.

"Bagaimana kita mau kuat di ekonomi? bagaimana harga mau memadai untuk rakyat? Ini perjuangan rakyat dan KMP," bebernya.

Prabowo lebih lanjut mencontohkan salah satu peran KMP dalam rencana privatisasi 4 BUMN.

"Ada empat BUMN yang mau diprivatisasi, antara lain adalah Jasa Marga, Aneka Tambang, Waskita Karya, dan satu lagi Adhi Karya," kata Prabowo.

Ia mempertanyakan rencana privatisasi BUMN tersebut, mengingat perannya yang besar bagi masyarakat Indonesia.

"Karena itu, saya instruksikan kepada Gerindra di DPR bahwa kita harus menentang privatisasi BUMN untuk menjaga kekuatan Indonesia," jelasnya.

"Itu contoh bagaimana KMP bisa berperan," tandas Prabowo. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA