Susaningtyas: Jangan Biarkan ISIS Berkembang di Indonesia!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 23 Maret 2015, 15:22 WIB
Susaningtyas: Jangan Biarkan ISIS Berkembang di Indonesia<i>!</i>
ilustrasi isis/net
rmol news logo Akar gerakan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) sebenarnya sudah ada di Indonsesia, sejak munculnya kelompok jihadis di masa lalu.

Demikian disampaikan pengamat intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, dalam seminar internasional terorisme dan ISIS di JIEXPO Kemayoran, Jakarta (Senin, 23/2). Acara ini dibuka oleh Wapres Jusuf Jalla, serta dihadiri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan sejumlah menteri

"ISIS harus kita lawan. Perlawanan itu lebih kepada mindset. Melawan ideologi yang tidak benar dan memiliki perspektif salah terhadap jihad. Jangan biarkan ISIS berkembang," ungkap Nuning, begitu Susaningtyas disapa.
Nuning mengingatkan agar jaringan ISIS di Indonesia harus segera ditutup. Diantaranya juga engan menutup situs internet yang berisi penyebaran-penyebaran ISIS.  Demikian juga dengan media sosial yang begitu gampang diakses dan sarat pengaruh ajaran-ajaran ISIS.

Menurut Nuning, kesalahan memahami realitas global juga mempengaruhi ISIS sehingga berkembang sebagai radikalisme. Dan ISIS di Indonesia juga meruopakan metamorfosa dari gerakan lama.

"Aspirasi islamic state bukan suatu yang baru karena dalam sejarah kita pun ada yang sejenis dengan Daulah Islamiyah dalam lingkup nasional. Yaitu gerakan Darul Islam dan atau NII yang pernah melahirkan berbagai gerakan pemberontakan di masa lalu," jelas Nuning.

Fakta yang jelas, masih kata Nuning, aspirasi DI atau NII masih hidup di antara kalangan masyarakat Indonesia.

"Dan apa yang disuarakan ISIS dapat mereka terima dan dukung, bahkan dianggap sebagai panggilan Jihad," demikian Nuning. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA