"Saya tegaskan saya berpihak pada pihak yang memiliki legitimasi dari pemerintah. Saya kira kubu Agung yang akan disahkan dan saya mengakui karena ingin konflik ini diakhiri," kata Mahyudin saat ditemui di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, (Kamis, 19/3).
Mahyudin juga menegaskan akan mendukung kepengurusan yang disahkan oleh pemerintah nantinya. Secara objektif, ia mengakui bila saat ini kubu Munas Ancol yang akan diakui pemerintah.
"Saya netral, tidak berpihak. Saya mencoba untuk objektif saja dan saya sudah sampaikan bahwa saya akan mendukung kepengurusan yang diakui pemerintah," lanjutnya.
Ia juga memahami sikap para pimpinan daerah Golkar yang kini mulai banyak mengakui Agung sebagai ketua umum partai berlambang Beringin tersebut. Ini tak lain karena DPD I dan DPD II ingin mendukung Golkar yang diakui.
"Kalau kader yang baik pasti akan mendukung Golkar yang diakui pemerintah. Yang punya legitimasi dalam kepengurusan," tandasnya.
Seperti diketahui, Mahyudin yang merupakan kader Golkar asal Kalimantan Timur ini hadir dalam Musyawarah Nasional IX di Bali pada Desember lalu. Melalui Munas tersebut, Aburizal Bakrie dan Idrus Marham terpilih kembali menjadi ketua umum dan sekretaris jenderal Partai Golkar. Selanjutnya, nama Mahyudin pun ternyata masuk dalam daftar kepengurusan yang dipimpin oleh Agung Laksono. Ia menjabat sebagai wakil ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar.
[rus]
BERITA TERKAIT: