Dijelaskan wakil rakyat Senayan asal dapil Jakarta III, Tantowi Yahya bahwa serapan anggaran saat ini kurang dari 50 persen. Ini merupakan angka terendah dalam sejarah Ibukota.
"Parameter kinerja gubernur itu adalah serapan anggaran. Semakin rendah itu bukan semakin bersih, tapi semakin tidak efektif dan efisien tata kelola keuangan sehingga tidak ada pembangunan yang terjadi," ujar politisi Golkar itu.
APBD DKI Jakarta harus didistribusikan semaksimal mungkin untuk rakyat. Semakin Ahok menikmati sensasi
endorsmen masyarakat atas kisruh dengan DPRD, maka pendistribusian APBD akan semakin terhambat. Artinya, pembangunan DKI Jakarta juga terhambat.
"Uang harus didistribusikan agar sampai ke rakyat. Saya miris apabila ada gubernur yang katakanlah hebat tapi tidak didukung DPRD dan birokrasi di bawahnya. Ini nanti pasti akan tidak didukung juga oleh masyarakat," tandasnya.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: