"Ini kan karena perbaikan ekonomi Amerika, lapangan kerja bertumbuh. Mata uang melemah bukan hanya dialami rupiah, tetapi semua negara," kata Presiden Jokowi, ketika bertemu dengan belasan elemen Relawan di Istana Negara, Jakarta (Selasa malam, 17/3).
Pernyataan Presiden ini diteruskan Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Sihol Manulang kepada redaksi pagi ini (Rabu, 18/3).
Meski penyebabnya adalah AS dolar yang menguat, rupiah memang melemah juga terhadap mata uang lain. Namun mereka juga mengalami pelemahan, sehingga impor yang relatif memberatkan adalah barang asal Amerika. "Ini masalah psikologis juga, jadi jangan panik," ujar Presiden.
Dalam situasi seperti ini, tambah Jokowi, rumor yang bisa menimbulkan kepanikan, harus dihindari. "Fiskal kita bagus, ketahanan kita bagus, bursa dan pasar obligasi juga bagus. Tetapi kalau situasi ini disikapi dengan panik, hasilnya tidak baik," tutur Presiden.
Mengenei kondisi politik, Presiden Jokowi mengatakan, kini sudah harmonis.
"Tidak seseram yang kita bayangkan semula. Ternyata semua bisa saling berbicara, saling berangkulan. Politik relatif tidak masalah lagi, maka kita harus banyak bekerja untuk ekonomi," tandas Presiden asal PDI Perjuangan ini.
Elemen Relawan yang bertemu dan makan malam dengan Presiden, antara lain Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP), Pro Jokowi (Projo), Seknas Jokowi, Kebangkitan Indonesia Baru (KIB), Pos Perjuangan Rakyat (Pospera) dan lain-lain.
[rus]
BERITA TERKAIT: