"Buktinya, dalam pemilihan Kapolri Januari lalu, tidak ada satupun dari KMP yang menolak calon yang diajukan Presiden Jokowi. Jadi, saya kira warna politik di DPR tidak lagi didominasi KPM," ucapnya kepada redaksi Rabu malam (11/3).
Karena itu, dia memprediksi perjuangan hak angket untuk menyerang Menkumham Yasonna H Laoly akan mental. Meski hak angket itu didorong elit KMP Amien Rais, Aburizal bakrie dan Prabowo Subianto, tetap tidak akan membuahkan hasil yang memuaskan.
"Tidak akan berarti banyak. Itu justru akan mempenjang tali kelambu, hanya mengulur-ulur keadaan. Kondisi ini justru merugikan Golkar yang pasti akan ketinggalan start dalam menghadapi pilkada di akhir 2015 ini," tandas Lely Arrianie.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan petinggi KMP tidak akan tinggal diam dengan perlakukan Menkumham kepada PPP dan Golkar, yang dinilai berpotensi sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang. Atas keputusan pemerintah itu, kata Fadli, KMP siap melawan.
"Kami akan mendukung langkah-langkah Golkar (kubu Ical) dan PPP (kubu Suryadharma Ali). Jika mereka ingin mendorong hak angket kepada Menkumham, kami siap mem-back up penuh," ujar Fadli.
[rus]
BERITA TERKAIT: