"Wacana ini sangat menyakitkan rakyat di tengah krisis pangan dan tingginya harga beras," sebut Koordinator Advokasi dan Investigasi FITRA, Apung Widadi, dalam rilisnya, Rabu (11/3).
Sebagai contoh, kata dia, jika 10 partai parlemen yang ada sekarang mendapatkan Rp 1 triliun pertahun, maka akan ada alokasi Rp 10 triliun pertahun. Padahal, dalam APBN 2015 Kementerian Pertanian saja, alokasi untuk cadangan beras pemerintah hanya Rp 1,5 triliun.
Cadangan stabilisasi pangan hanya Rp 2 triliun, dan cadangan stabilitas pangan Rp 0. (Baca:
FITRA Tolak Alokasi Anggaran Partai Rp 1 Triliun dengan 9 Alasan)
"Hal ini menandakan pemerintah lebih berpihak pada elit dibandingkan dengan berpihak pada rakyatnya," ujar Apung.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: