Salah satu Anggota SC Komisi Tatib yang ikut rapat tadi malam, Iswari, misalnya mempertanyakan posisi rapat harian DPP PAN yang semena-mena menghapus adanya Komisi LPJ yang sudah disepakati dalam rapat-rapat SC.
"Padahal agenda ini sangat strategis karena dalam AD/ART pasal 27 ayat 1 poin a. Salah satu agenda pokok kongres adalah membahas dan menilai LPJ DPP," katanya dengan nada kesal.
"Bagaimana mungkin kita membahas LPJ hanya melalui pandangan umum DPW tanpa pendalaman di tingkat komisi. Ini menunjukkan adanya ketakutan Hatta Rajasa dan timnya di DPP PAN akan evaulasi mendalam kinerjanya selama lima tahun," tambah Iswari yang juga ketua DPP BM PAN Bidang Litbang ini.
Seperti diketahui papat harian DPP PAN yang berlangsung di Kantor PAN Tanjung Barat, Jakarta Selatan tadi malam, adalah dengan agenda SC melaporkan hasil kerjanya ke rapat harian. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Drajat Wibowo didampingi Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy, Sekjen DPP PAN Taufik Kurniawan yang juga Ketua SC dan para pengurus harian DPP PAN.
Lebih jauh Iswari menilai rapat tersebut sengaja diarahkan oleh Drajat yang juga tim sukses Hatta Rajasa untuk membahas kembali hasil-hasil rapat SC. Padahal seharusnya tidak ada lagi pembahasan karena SC itu juga terdiri dari para pengurus harian DPP PAN yang dipimpin langsung Sekjen DPP PAN, Taufik Kurniawan.
"Namun nyatanya kubu Hatta sejak rapat dibuka dibantu pimpinan rapat saudar Drajat Wibowo sengaja mengangkat kembali soal Komisi LPJ untuk dibahas ulang di rapat harian. Hal inilah yang sangat kita sayangkan, salah satu agenda yang sangat strategis di kongres dihapuskan hanya karena ketakutan-ketakutan yang tidak perlu," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: