Demikian disampaikan Ketua Umum Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Priyo Budi Santoso, dalam konferensi pers di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (27/11).
Priyo hadir dalam jumpa pers itu bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro 1957, HR Agung Laksono; Ketua Presidium Depinas Soksi, Laurens Siburian, dan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MKGR, Zainal Bintang. Agung Laksono sendiri yang menjabat Ketua Presidium Penyelamat Partai Golkar.
"Tidak mungkin kami bisa terima model-model yang bertentangan dengan aspek yang kami sebutkan. Model-model yang bisa mencemari tradisi Partai Golkar harus dihentikan. Golkar harus tetap mengedepankan azas gotong royong dan solidaritas dan disesuaikan dengan substansi AD/ART," tegasnya.
Sedangkan berkenaan penyelengaraan waktu Munas IX Golkar, yang diputuskan kubu Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie digelar pada 30 November di Bali, pihaknya meminta ditunda dan menunggu adanya pembicaraan lebih solid untuk kedepankan ciri-ciri khas Golkar yaitu kekeluargaan, gotong royong, solidaritas dan kebersamaan.
[ald]
BERITA TERKAIT: