GMNI: Jokowi Jangan Sampai Melakukan De-Soekarnoisasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 23 Oktober 2014, 12:54 WIB
GMNI: Jokowi Jangan Sampai Melakukan De-Soekarnoisasi
Ir. soekarno
rmol news logo Tema utama visi misi Joko Widodo-Jusuf Kalla saat Pilpres 2014 lalu adalah Trisakti Bung Karno. Dan ada sembilan program prioritas Jokowi-JK, yang diberi nama Nawacita.

Menurut Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Twedy Noviady Ginting, untuk mewujudkan hal tersebut tentu bukan hal yang mudah karena banyak tantangan dan rintangan yang akan dihadapi, termasuk dalam menyusun komposisi kabinet.

"Jokowi harus secara cermat memilih para menterinya yang memahami Trisakti Bung Karno. Karena Trisakti Bung Karno yang menjadi roh dari Nawacita Jokowi-JK. Berikutnya, calon menteri yang memahami Trisakti Bung Karno tersebut harus memiliki track record yang bagus, bebas korupsi, kompeten dan punya integritas," ujar Twedy dalam pernyataan persnya.

Bila para menteri kabinet Jokowi -JK tidak memahami Trisakti Bung Karno, maka bisa dipastikan pemerintahan Jokowi-JK akan gagal mewujudkan Nawacita. Bahkan, bila calon menteri kabinet Jokowi-JK berasal dari kalangan neoliberal, maka ini sama saja dengan proses de-Soekarnoisasi. Pemikiran besar Bung Karno dihancurkan oleh oknum yang mengatasnamakan pemikiran Bung Karno.

"Untuk itu, kami mengingatkan kembali Presiden Jokowi untuk tetap konsisten menjalankan Trisakti Bung Karno, termasuk dalam memilih menteri kabinet Jokowi-JK," tegasnya. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA