Di Forum Demokrasi Bali, SBY Beberkan Tiga Elemen Penting Demokrasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 10 Oktober 2014, 11:41 WIB
Di Forum Demokrasi Bali, SBY Beberkan Tiga Elemen Penting Demokrasi
presiden sby/net
rmol news logo . Ada tiga elemen penting untuk mendukung jalannya demokrasi; pembangunan politik, kemajuan sosial ekonomi dan partisipasi publik. Apabila ketiga hal tersebut saling berkaitan dan saling melengkapi, demokrasi akan semakin baik dan kuat.

Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada pembukaan Forum Demokrasi Bali atau BDF VII, di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali, Jumat pagi (10/10).

"Demokrasi tanpa pembangunan politik adalah demokrasi yang terhenti, seperti sedang berjalan di treadmill. Anda tahu bahwa anda bergerak, tetapi anda tidak berpindah kemana-mana," ujar Kepala Negara.

Pesan itulah yang mendasari pemilihan tema BDF VII ini, yakni 'Evolving Regional Democratic Architectur: The Challenges of Political Development, Public Participation, and Socio-Economic Progress in the 21st Century'.

"Demokrasi 'treadmill' ini menandakan kelembagaan yang tidak berkembang, reformasi tidak terjadi, dan kapasitas politik tidak tumbuh. Situasi akan berakhir pada kerusakan sistem politik," ungkap SBY.

Demokrasi tanpa kemajuan sosial ekonomi, ungkap SBY, adalah demokrasi yang berjalan tidak sesuai dengan harapan rakyat. Menjadi tugas utama demokrasi untuk menciptakan peluang bagi kehidupan yang lebih baik bagi kesejahteraan rakyat.

"Memang ada masyarakat yang berpendapat bahwa kesejahteraan ekonomi lebih penting daripada politik. Jadi, ketika masyarakat melihat ada kemajuan sosial-ekonomi, mereka mungkin menggunakan hak mereka untuk memilih pemimpin baru dan lebih efektif. Itu wajar dalam demokrasi," ujar presiden dua periode ini.

Sementara demokrasi tanpa partisipasi masyarakat adalah hampa. Dan partisipasi masyarakat tidak pernah konstan. Bahkan di negara-negara demokrasi yang matang, jumlah pemilih bisa sangat rendah. Di Indonesia, partisipasi pemilih dalam tiga pemilu pertama di era reformasi sangat tinggi. Sekitar 85 persen pada pemilu 1999, 2004 dan 2009. Pada pemilu tahun ini, turun menjadi sekitar 70 persen karena berbagai alasan.

Namun partisipasi masyarakat, lanjut SBY, tidak bisa diukur hanya dengan banyaknya suara pemilih. Sebuah demokrasi yang sehat adalah kondisi dimana masyarakat aktif pada isu-isu yang mempengaruhi kehidupan mereka, dan di sisi lain sang pemimpin pun responsif terhadap kebutuhan rakyatnya.

"Selain itu, demokrasi akan berhasil jika dapat memperoleh kepercayaan publik. Tidak ada pemerintah dapat sepenuhnya efektif kecuali memiliki kepercayaan rakyat. Setelah anda kehilangan itu, sangat sulit untuk mendapatkannya kembali. Jika anda melakukannya, itu membutuhkan waktu yang lama," tandas SBY.

Dilansir dari laman presidenri.go.id, sejumlah pemimpin negara hadir dalam forum tahunan ini, antara lain, Presiden Filipina Benigno Aquino III yang akan memimpin BDF VII ini bersama Presiden SBY, Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam, dan PM Timor Leste Xanana Gusmao. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA