"Kalau anda diacuhkan selama 10 tahun oleh seseorang, lalu orang itu tiba-tiba saja datang dan coba mendekati anda karena dia punya kepentingan, kira-kira apa sikap anda kepada orang itu? Sudah barang tentu anda tidak akan langsung menerimanya begitu saja," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia, Said Salahuddin beberapa saat lalu (Kamis, 2/10).
Menurut Said, sikap SBY tersebut bisa jadi merupakan bentuk pelajaran kepada Megawati agar tak lagi bersikap angkuh dalam berpolitik.
"Dalam berpolitik itu tidak boleh punya sikap arogan. Sebab dalam politik itu tidak ada kawan abadi dan lawan abadi, yang ada hanyalah kepentingan. Bersikap angkuh hanya akan membuat anda menjadi orang-orang yang kalah," sambungnya.
Di sisi lain, sikap PDI Perjuangan yang saat ini melakukan pendekatan ke SBY dan Partai Demokrat dinilai Said merupakan hal yang memalukan, mengingat sikap PDI Perjuangan dulu yang kerap kali mendiskreditkan SBY. Bukan hanya itu, PDI Perjuangan juga mencoba meyakinkan publik bahwa pemerintahan Jokowi-JK saat ini berbeda dengan pemerintahan SBY dulu.
"Tetapi ketika sekarang mereka butuh dukungan politik dari demokrat, SBY justru malah dirayu-rayu," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: