Untuk itulah Ical terlihat sangat agresif saat ada oknum partai yang berusaha menggoyangnya dari kursi ketum. Seperti, Ical mengancam mencopot kader yang mendesak mempercepat munas atau munaslub tahun 2014 ini.
"Ini soal harga diri. Ical hanya ingin turun terhormat, ia tidak terlihat berminat lagi jadi ketum," kata pakar komunikasi dari Universitas Andalas Padang Yuliandre Darwis kepada redaksi, Rabu (13/8).
Maka, lanjut Yuliandre, Ical akan melakukan semua cara untuk memuluskan dirinya hingga terselenggaranya Munas Golkar untuk mencari kepemimpinanan baru.
"Ical tidak mau apa-apa lagi. Dia sudah gagal jadi capres, dan jagoannya di pilpres sudah gagal. Dia tidak mau dikerjai lagi," ungkap Yuliandre yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) ini.
Disisi lain, Yuliandre menambahkan, Aburizal akan memasang badan untuk calon ketua umum Partai Golkar pada munas mendatang. "Akan menjadi kepuasan sendiri, kalau orangnya jadi ketum," tandas Yuliandre.
[rus]
BERITA TERKAIT: