Pasca Pencopotan, Agung Laksono Makin Terpuruk

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 11 Agustus 2014, 04:15 WIB
Pasca Pencopotan, Agung Laksono Makin Terpuruk
Agung Laksono/net
rmol news logo . Sudah jatuh tertimpa tangga pula, ungkapan peribahasa tersebut tepat disandangkan kepada Agung Laksono saat ini.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie memecat Agung Laksono dari Wakil Ketua DPP Partai Golkar lantaran mendukung Jokowi-JK. Sikap politik Agung ini tidak mendukung keputusan Golkar untuk Prabowo-Hatta. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini juga dicopot karena belakangan getol menginginkan agar pelaksanaan Munas Golkar digelar tahun 2014 ini.

Menurut pakar komunikasi yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), Yuliandre Darwis, Ph.D, strategi politik yang digunakan Agung Laksono tidak tepat. Ia berpendapat, setelah Agung dicopot dari kepengurusan DPP, pengurus Golkar di daerah juga semakin tidak simpati kepada Agung.

"Semua pengurus daerah masih loyal ke Ical. Dan ingat, daerah yang memiliki suara di munas. Sebaiknya Agung cool aja, jangan banyak bermanuver, dan sabar menunggu munas 2015," ujar Yuliandre kepada redaksi, Senin (11/8).

Sebenarnya di internal Golkar, lanjut Yuliandre, pro dan kontra adalah hal biasa. Namun apa yang dilakukan Agung terbilang aneh. Agung ingin merebut kursi ketum Golkar, namun disisi-sisi ia melanggar keputusan partai soal pilpres dan munas.

"Di mata publik, Agung biasa saja terkesan didzalimi dan dapat nilai positif. Tapi di internal Agung memperoleh nilai negatif," demikian dosen ilmu komunikasi Pascasarjana UMJ ini. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA