Hal itu dikatakan politisi PDI Perjuangan, Bambang "Beathor" Suryadi, dalam pesan elektronik yang tiba di redaksi beberapa saat lalu.
"Begitu dahsyat pengaruhnya sehingga Prabowo terbius. Orang itu mungkin elite dari partai koalisi dan atau Relawan Merah Putih. Orang ini mengendalikan lembaga survei, tim tabulasi, media center dan media sosial," ujar Beathor.
Dia menyebut pidato Prabowo kerap berapi api, suka menyerang, dan di masa jelang Pilpres lalu kerap membahas kebocoran APBN dan mafia-mafia anggaran yang ternyata adalah "pukulan" ke dalam koalisinya sendiri.
"Sebagai jenderal, pidatonya di MK (saat pembukaan sidang sengketa Pilpres) begitu hambar dan dangkal. Dia tak paham menilai dan membandingkan demokrasi antar negara," ucap politisi yang beberapa waktu terakhir aktif di Komisi II DPR RI itu.
Dia menuding, sosok yang dominan dan memprovokasi Prabowo seakan menang dalam Sidang PHPU di Mahkamah Konstitusi itu telah menampilkan saksi dan barang bukti abal-abal. Akibat dari gugatan PHPU tersebut pun terjadi pemborosan anggaran.
[ald]
BERITA TERKAIT: