Wajar saja jika Jokowi-JK mengajak komunikasi dua partai besar yang berseberangan di Pilpres 2014, Partai Golkar dan Partai Demokrat, untuk memperkuat dukungan politik di parlemen.
Demikian dikatakan politisi muda PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, kepada
Rakyat Merdeka Online, Rabu (6/8).
"Membangun Indonesia ini tidak bisa sendiri, tidak bisa satu kelompok saja, melainkan harus mengajak partai lain. Nantinya, yang akan menyatukan kita adalah program kerja di parlemen," ujar Masinton.
Mengenai banyaknya skandal korupsi di tubuh partai lain yang akan diajak berkoalisi oleh Jokowi-JK, menurut Masinton hal itu terpisah dari tujuan kerjasama politik di parlemen.
"Kasus-kasus korupsi itu urusan hukum. Kalau mereka melanggar hukum, itu domain aparat hukum. Kalau urusan parlemen kan ada realita politiknya yaitu mesti mengajak partai lain yang ada sekarang," ujarnya.
Dia tegaskan, kerjasama di antara pendukung Jokowi-JK adalah tanpa kewajiban saling melindungi kasus atau skandal yang pernah ada.
[ald]
BERITA TERKAIT: