"Siapapun yang menjunjung tinggi hukum demokrasi, tidak akan memiliki keberanian moral untuk melawan suara rakyat," kata Wakil Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, beberapa waktu lalu (Minggu, 27/7).
Menurut Hasto, patut disayangkan, ketika kedaulatan rakyat telah disuarakan, kini masih muncul berbagai ganjalan ketidakpuasan. Serangan seolah Pemilu Presiden curang dan munculnya kepungan kekuatan koalisi untuk menganjal pelantikan Jokowi terus saja terjadi.
Hasto meminta seluruh pihak hendaknya memiliki sikap bijak untuk keutuhan negeri. Proses politik yang telah berjalan secara damai, janganlah dikotori atau dikerdilkan oleh berbagai bentuk tindakan politik yang mengebiri suara rakyat.
"Biarlah seluruh ambisi kekuasaan melebur di hari fitri, menjadi keteladan politik untuk mengabdi sepenuhnya kepada rakyat, sang pemilik kedaulatan negeri," harapnya.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Hasto berharap membuat semua pihak bersyukur untuk menggunakan momentum tersebut, sebagai proses saling memaafkan dan membangun hubungan baik untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar.
"Rekonsiliasi nasional melalui salam 3 jaripun harus terus menerus kita bumikan, agar bangsa ini menjadi satu, dan berdiri kokoh menatap masa depan," lanjut Hasto.
Mengingat momen Lebaran, maka religiusitas yang muncul pun adalah sikap mengedepankan kebaikan, menjunjung tinggi nilai-nilai moral, dan mengumandangkan kebenaran setelah menjalankan ibadah puasa satu bulan lamanya.
"Pemilu Presiden yang dijalankan pada saat bulan yang penuh rahmat itupun, seharusnya kian memastikan bahwa rakyat telah mengambil keputusan terbaik terhadap pemimpin nasionalnya yang merakyat, yakni Jokowi," tutupnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: