"Kita patuh aturan partai. Apa alasan mereka menyuruh Bang Aburizal mundur?" kata Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ajib Shah kepada redaksi, Kamis (17/7).
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut ini mengaskan, mereka yang menyuruh Ical mundur, harus sadar dan bertaubat. Pasalnya, saat pileg dan menyongsong pilres lalu, mereka sama sekali tidak memberi kontribisi.
"Mereka ini pengkhianat partai. Sudah tidak ada kontribusi, sekarang malah mengganggu," kesal Ajib.
Menurutnya, Munas Golkar 2009 di Pekanbaru sudah jelas-jelas merekomendasikan Ical menjabat selama enam tahun, 2009-2005. Artinya, tidak ada Munas Oktober 2014 seperti yang diinginkan segelintir kader partai yang tidak berkeringat.
"Lagian kenapa mereka nggak usul lima tahun di Pekanbaru, jangan sekarang ribut. Mereka ini juga nggak bantu kita kok saat pileg lalu, kalau mereka bantu, pasti kita pemenang pemilu-nya," sindir Ajib.
Selasa (15/7) di Gedung Perintis Kemerdekaan, Komplek Tugu Proklamasi, Jakarta, sejumlah kader Partai Golkar mendesak Aburizal Bakrie mundur dari jabatan ketua umum partainya. Mereka antara lain; Fahmi Idris, Ginandjar Kartasasmita, Andi Matalatta, Zainal Bintang, Yorrys Raweyai, Roosdinal Salim, Andi M, Andi Sinulingga, Ulfah Harmanto, Farida Syamsi dan Laurens Siburian.
Alasannya, Partai Golkar dinilai gagal dalam memenuhi target perolehan suara di Pileg 9 April lalu. Partai Golkar juga gagal mengusung capres sendiri karena rendahnya elektabilitas Aburizal Bakrie. Ditambah pula keputusan Aburizal mendukung Prabowo Subianto yang dinilai tidak didasari pertimbangan yang terukur serta mengesampingkan kader sendiri, Jusuf Kalla.
[rus]
BERITA TERKAIT: