Kekuataan pertama, kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, adalah kekuatan yang ingin menggunakan kekuasaan sebagai cara untuk mendapatkan kekayaan negara dengan perilaku koruptif. Sementara kekuataan kedua tampil bersahaja, dan dengan kesederhanaannya membentangkan busur panah perubahan.
"Pilpres menjadi menarik guna menciptakan sejarah, bagaimana kedaulatan rakyat yang tercermin dalam diri jokowi, akan berhadapan dengan kekuatan status quo yang melanggenggakan kekuasaan," kata Hasto beberapa saat lalu (Selasa, 1/6).
Pernyataan Hasto ini terkait dengan sikap politik Partai Demokrat yang akhirnya mendukung Prabowo-Hatta. Dukungan ini pun semakin menyempurnakan koalisi kepentingan untuk melanggengkan kekuasaan.
"Pilpres kali ini seperti pertempuran kapal rakyat versus kapal kekuasaan. Kapal kekuasaaan itu yang berisi skandal century, korupsi Hambalang, korupsi daging impor, korupsi Al Qur'an dan korupsi Haji, dan videotron," kata Hasto,
Hasto memastikan peta koalisi ini mempermudah tema kampanye Jokowi-JK sebagai representasi kapal rakyat berhadapan dengan kapal besar kekuasaan. Dan rakyat sudah tahu betapa besar dampak korupsi bagi kemanusiaan, yang menjadi pemiskinan rakyat secara besar-besaran.
"Karena itulah Jokowi tidak pernah gentar dalam kepungan selama menyatu dengan kekuatan rakyat yang mendambakan perubahan," ujarnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: