Keterlaluan Fitnah Amin Rais Bertanggungjawab Jual Indosat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 26 Juni 2014, 21:16 WIB
Keterlaluan Fitnah Amin Rais Bertanggungjawab Jual Indosat
amin rais/net
rmol news logo Salah besar menuding Amin Rais ikut bertanggungjawab atas penjualan Indosat tahun 2002 lalu. Kesimpulan pendukung Jokowi bahwa kebijakan privatisasi Indosat yang dilakukan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri adalah untuk melaksanakan ketetapan MPR yang ketika itu dipimpin Amin Rais sungguh sangat tidak berdasar.

"Keterlaluan pendukung Jokowi. Ini memutarbalikan fakta. Saya kira sangat fatal," ujar Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara ketika berbicara dalam dialog bertema "Mengungkap Sisi Gelap Sejarah Penjualan Indosat" di Jakarta (Kamis, 26/6).

Tuduhan Amin ikut bersalah terkait privatisasi Indosat antara lain pernah disampaikan Wasekjen DPP PDIP Hasto Kristyanto. Menanggapi keraguan Amin Rais soal nasionalisme Jokowi, Hasto mengatakan kebijakan privatisasi Indosat dan kebijakan BPPN oleh Megawati yang dinilai berlawanan dengan semangat nasionalisme adalah untuk melaksanakan ketetapan MPR karena presiden sebagai mandataris MPR.

Pada masa Indosat dijual ke Singapore Technologies Telemedia (STT), anak usaha Holding Company yang merupakan multinasional corporation asal Singapura, Marwan menjadi salah seorang nasihat dari serikat pekerja Indosat. Menurut Marwan justru ketika itu Amin Rais berupaya menahan agar Megawati tidak menjual Indosat.

"Saya tahu Amin Rais mendatangi Panglima TNI meminta supaya disampaikan ke Megawati jangan dijual," papar Marwan.

Lebih lanjut dikatakan Marwan, selain Amin Rais berbagai penolakan juga disampaikan banyak pihak termasuk serikat pekerja Indosat. Marwan menceritakan dirinya bersama sejumlah orang sempat mendatangi Menteri BUMN Laksamana Sukardi untuk menyampaikan penolakan. Namun saat itu Laksamana Sukardi memberikan jawaban yang tidak menggembirakan.

"Yang melanggar justru Megawati dan Laksamana Sukardi. Kenapa menuduh Amin," kesalnya.

Marwan menegaskan klarifikasi ini disampaikan bukan karena mendukung pasangan capres-cawapres tertentu.

"Minimal rakyat tahu siapa yang menghalalkan segala cara, dan menyebar fitnah," demikian Marwan.

Isu penjualan Indosat kembali menguat usai debat capres putaran ketiga yang digelar KPU empat hari lalu (Minggu, 22/6). Dalam debat, Joko Widodo alias Jokowi mengatakan penjualan BUMN strategis Indosat dilakukan oleh Megawati karena perekonomian nasional saat itu sedang mengalami krisis. Menurut Jokowi, pemerintahan Megawati perlu dana untuk menambal APBN, dan penjualan tersebut tidak masalah karena pemerintah setelahnya dapat membeli kembali.

Indosat dijual kepada STT dengan harga 627 juta dolar AS, atau sekitar Rp 5,7 triliun dengan kurs saat itu Rp 8.940 per dolar AS. Singkat kata, Jokowi mengatakan masalah penjualan Indosat di masa lalu tidak perlu diungkit-ungkit lagi.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA