Tim Jurkamnas Jokowi-Jk, Martin Manurung menjelaskan pembangunan ekonomi versi Prabowo lebih menitikberatkan APBN dalam pembiayaan pembangunan ekonomi mendatang. Sedangkan pembangunan ekonomi versi Jokowi lebih menitikberatkan kepada pembangunan sistem dan alokasi anggaran yang diperkuat melalui revolusi mental manusia-manusianya.
"Prabowo
fiscal heavy sehingga berpotensi membangkrutkan negara, sementara Jokowi adalah
system heavy, yaitu pembenahan sistem untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi anggaran," ungkap Martin dalam pesan elektroniknya (Senin, 16/6).
Dijelaskan Martin yang juga sebagai Ketua DPP Nasdem, pandangan dan platform ekonomi yang dipaparkan Prabowo dalam debat kedua yang digelar KPU mengindikasikan bahwa ekonomi Indonesia bila dipimpinnya akan memiliki beban fiskal yang berat.
"Beban fiskal ini dapat membahayakan ekonomi, sebab APBN bisa defisit besar-besaran yang mengakibatkan harus dibiayai dengan utang yang besar," jelas Martin.
Sementara itu, Jokowi lebih fokus untuk maksimalisasi dan optimalisasi anggaran. Tidak perlu harus memberatkan APBN, tetapi meningkatkan efektifitasnya. Tentu saja, menurut Martin, pembangunan sistem jauh lebih esensial daripada program-program besar yang tidak jelas pembiayaannya.
"Dengan pembangunan sistem yang dicanangkan Jokowi, akan menyelamatkan negara karena anggaran dilaksanakan dengan alokasi yang tepat guna, atau efektif dan efisien," tambah Martin.
[dem]
BERITA TERKAIT: