Kritik terhadap Anies antara lain disampaikan Ali Rasyid, alumni Universitas Paramadina. Ali menyampaikan kritikannya melalui surat terbuka.
"Saya hanya ingin mengingatkan bahwa Anda adalah seorang rektor yang sepatutnya bersikap netral dan fokus mengurus kampus. Posisi Anda sebagai rektor di kampus Paramadina sangat melekat pada universitas. Anda tak bisa dipandang sebagai individu," kata Ali Rasyid dalam suratnya, Selasa (27/5).
Ali yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Paramadina tak habis pikir dengan sikap politik Anies. Anies adalah seorang rektor, bukan politisi. Sebelum memutuskan menjadi jurubicara pasangan Jokowi-JK, satu tahun terakhir Anies sibuk mengurus keikutsertaannya di Konvensi Capres Partai Demokrat.
"Saat masih kuliah, saya ingat betul, Mas Anies selalu menyatakan bahwa kampus harus steril dari kepentingan politik. Tapi kini dengan Anda menjadi jurubicara, secara tidak sadar kampus sudah menjadi kepentingan politik tertentu," papar Ali Rasyid, menekankan surat terbuka dibuatnya karena saking cinta dirinya terhadap Universitas Paramadina.
Karena itu Ali Rasyid menyarankan Anies lebih baik fokus menjalankan amanah sebagai rektor dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa, memperhatikan kesejahteraan karyawan serta menjadikan kampus Paramadina sebagai kampus yang bertaraf internasional (world class university), sebagimana tertuang dalam visi dan misi yang pernah Anies sampaikan saat dilantik sebagai rektor.
Ali Rasyid juga mengingatkan Anies berkaca dari sikap pendiri Universitas Paramadina Nurcholis Majid saat memasuki politik praktis. Cak Nur yang dikenal sebagai tokoh besar baik sebagai cendikiawan maupun tokoh bangsa, berbesar hati tidak pernah membawa nama Universitas Paramadina ketika terlibat dalam perhelatan politik praktis. Cak Nur mengerti dengan benar bahwa pendidikan jangan didekatkan dengan hiruk pikuk politik yang akan membuatnya tidak independen.
"Sudah sepatutnya Anda meniru kebesaran sosok Cak Nur. Jika Anda sudah tidak sanggup mengemban amanah sebagai rektor dan lebih memilih sibuk dalam politik praktis, alangkah mulianya kalau Anda segera meletakan jabatan sebagai rektor," pungkas Ali.
[dem]
BERITA TERKAIT: