"Peluang (menang) besar, karena Jokowi bawa suara dari barat dan JK bawa suara dari timur," jelas pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio beberapa saat lalu (Senin, 19/5).
Hal ini, lanjutnya, serupa seperti yang terjadi pada pemilu tahun 2009 lalu ketika JK akhirnya memilih maju sebagai capres dengan menggandeng Wiranto. Saat ini, di waktu-waktu akhir JK juga putuskan untuk mendampingi Jokowi.
"Jokowi sendiri belum mundur dari kursi gubernur. Karena itu dia harus menang. Karena akan sulit kalau dia kalah kembali menjadi gubernur sedangkan presidennya adalah Prabowo yang merupakan rivalnya di pemilu," lanjut Hendri.
Ia menilai bahwa digandengnya JK sebagai pendamping Jokowi bukanlah sebagai vote getter. Pasalnya, elektabilitas tinggi membuat Jokowi tidak masalah jika dipasangkan dengan siapapun.
"Kehadiran JK ini bukan sebagai vote getter, tapi untuk menyeimbangkan Jokowi," demikian Hendri.
[mel]
BERITA TERKAIT: