"Pemilu presiden diharapkan bisa menjadi titik balik modernisasi pembangunan ekonomi Indonesia," ujar Ekonom UGM Sri Adiningsih di Jakarta (Sabtu, 3/5).
Dalam kesempatan itu, ia menyebutkan, seharusnya pelaksanaan pileg dan pilpres bisa menjadi pintu masuk bagi aspirasi masyarakat. Lantaran caleg dan capres-cawapres terpilih merupakan pilihan masyarakat yang menginginkan adanya perbaikan kondisi Indonesia.
Oleh karena itu, Sri berharap kepada masyarakat agar tidak melakukan penjualan atau penggadaian suara. Misalnya, diberi uang sebesar Rp 100 atau Rp 150 ribu untuk memilih seseorang calon. Sebaliknya, masyarakat Indonesia menjatuhkan pilihannya kepada seseorang yang dianggap baik kualitasnya. Karena, kesalahan dalam memberikan pilihan akan membuat dampak buruk bagi Indonesia selama lima tahun ke depan.
"Kalau salah pilih, ongkosnya mahal sekali," demikian Sri.
[dem]
BERITA TERKAIT: