"Saya dengar hubungan Jokowi dengan gerakan buruh menegang dipicu masalah penetapan upah minimum provinsi Jakarta tahun lalu. Maka akan sangat baik bagi pemerintahan ke depan bila Jokowi terpilih dan didampingi wakil presiden dari kalangan yang dekat dan paham dengan gerakan buruh seperti Rizal Ramli," kata peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP), Gede Sandra, kepada wartawan di Jakarta (Minggu, 20/4).
Dia katakan RR, demikian sapaan Rizal Ramli, merupakan pemikir ekonomi yang setia menemani gerakan buruh dalam setiap perjuangannya. Hal ini konsisten dilakukan RR baik saat menjadi menteri di era Pemerintahan Abdurrahman Wahid maupun saat berada di luar pemerintahan.
Gede mencontohkan, saat terjadi PHK massal karyawan PT Dirgantara Indonesia tahun 2003, RR turun membela dengan hadir dalam persidangan gugatan karyawan dengan menjadi saksi ahli yang akhirnya gugatan karyawan dimenangkan pengadilan. Saat itu RR dengan tegas mengatakan PT DI masih bisa bertahan tanpa harus melakukan PHK terhadap 6600 karyawannya, dan uang pesangon yang telah disediakan lebih baik digunakan untuk modal kerja. RR mengatakan keputusan PHK merupakan kebijakan tidak bertanggung jawab dari direksi sebagai upaya cuci tangan dengan mengorbankan para karyawannya.
Atau, RR ikut berdemonstrasi di DPR bersama kaum buruh yang menuntut disahkannya BPJS dua tahun lalu dan ikut mendukung gerakan mogok nasional kaum buruh tahun lalu karena masalah upah minimum. Aksi turun ke jalan yang diikuti RR tadi pagi di depan kantor BTN untuk membela nasib para pekerja Bank BTN terkait rencana akuisisi oleh Bank Mandiri, merupakan contoh terbary kedekatan yang ditunjukan RR terhadap gerakan buruh.
Menurut Gede, Jokowi memang harus memilih figur cawapres yang memiliki hubungan baik dan rekam jejak yang manis dengan kaum buruh. Dia mengingatkan kaum buruh merupakan kekuatan politik yang sangat potensial di masa kini dan masa depan, serta juga memiliki sejarah panjang di masa lalu.
"Karena itu Presiden dan Wakil Presiden Indonesia di masa mendatang juga harus memiliki kedekatan dengan kaum buruh Indonesia," demikian Gede.
[dem]
BERITA TERKAIT: