Menurut pengamat politik yang juga Sekjen Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI), Umar S. Bakry, sedikitnya ada tiga faktor yang membuat peluang Partai Gerindra lebih didukung partai Islam daripada dua poros koalisi lainnya.
Pertama, secarai deologis platform Gerindra lebih bisa diterima bahkan didukung oleh partai Islam. Gerindra yang menonjolkan nasionalisme dan anti dominasi asing lebih nyetel dengan aspirasi sebagian besar konstituen partai Islam.
Kedua, secara historis tidak pernah ada friksi antara partai Islam dengan Prabowo Subianto maupun dengan Gerindra. Bahkan saat masih aktif di dinas kemiliteran Prabowo dikenal sebagaisosok perwira yang selalu membela kepentingan ormas-ormas Islam yang dimarjinalkan rezim Orde Baru.
Ketiga, sikap PDI Perjuangan yang katanya tidak menghendaki koalisi transaksional secara tidak langsung menguntungkan posisi Gerindra.
"Prabowo akan menjadi alternatif bagi partai-partai yang kecewa terhadap sikap Jokowi dan PDI Perjuangan," kata Umar dalam keterangannya, Minggu (20/14).
Seperti diketahui, dari empat partai Islam (PKB, PAN, PKS dan PPP) yang hampir pasti lolos
parliamentary threshold 3,5 persen
, belum ada satu partai pun yang secara transparan akan berkoalisi dengan siapa. Pertemuan partai-partai dan ormas Islam di Cikini belum lama ini juga tidak mengisyaratkan apakah akan mendukung Jokowi, ARB, Prabowo atau akan membentuk koalisi alternatif.
PKB yang semula diperkirakan akan mengarah ke PDI Perjuangan, kelihatannya mulai mengambil jarak karena statemen Jokowi yang tidak menginginkan koalisi bagi-bagi kursi atau koalisi transaksional. Dan PPP yang tadinya sudah dengan tegas mendukung Prabowo, belakangan dibatalkan oleh sejumlah pengurus teras partai tersebut.
[rus]
BERITA TERKAIT: