Ia menilain, sebagai partai yang mendapatkan suara lebih banyak dibanding partai Islam lainnya, PKB lah partai yang paling pas memimpin koalisi partai Islam.
"Siapa yang nantinya akan memimpin, saya kira harus dibicarakan bersama sama. Tapi, tentu harus diprioritaskan dari yang dapat suara terbesar dari rakyat," kata Din seperti dilansir dari
JPNN Minggu (20/4).
Sesuai hasil hitung cepat sejumlah lembaga, PKB disebutkan mendapat suara sekitar 9,03 persen. Perolehan suara tersebut mengungguli PAN (7,47 persen), PPP (6,97 persen), PKS (6,59 persen) dan PBB (1,36 persen).
Meski demikian, Din mengakui, kalau harapan terbentuknya koalisi partai berbasis Islam dengan PKB sebagai motornya bukan hal mudah untuk direalisasikan.
Berdasar statemen sejumlah elit PKB terkait wacana koalisi Islam hingga beberapa waktu terakhir, partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu diperkirakan akan lebih memilih bergabung dengan poros partai nasionalis yang ada di tiga besar.
"Mau tidak PKB? Kita ikuti penjelasan di publik katanya tidak mau. Kalau dari partai yang dapat perolehan setingkat di atas saja sudah tidak mau, saya kira susah (koalisi Islam terbentuk)," pungkas Ketua MUI.
[rus]
BERITA TERKAIT: