Ketua MUI Sumsel, Sodikun mengatakan pihaknya tidak sepakat dengan pilihan golput.
"Berharap semua anak bangsa bisa berpartisipasi menggunakan hak suaranya untuk demokrasi yang lebih berkualitas, MUI pun sudah mengeluarkan fatwa terkait penggunaan hak suara," ungkapnya, Selasa (8/4).
Menurut Sodikun, terjadinya golput tanda kedewasaan yang kurang. Orang yang golput tidak realistis, dan tidak ada keterpanggilan untuk ikut serta memperbaiki negara.
Sementara itu, Golput, lanjut Sodikun, adalah hasil dari kesalahan parpol dan pemerintah, sekaligus penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu.
"Caleg yang jauh dari konstituennya, korupnya pemerintah, dan ketidaktegasan KPU serta Panwaslu yang menjadi alasan masyarakat memilih golput," bebernya.
Namun, pria yang lulus S3 komunikasi politik ini optimis angka golput pada Pileg 2014 jauh di bawah pemilu sebelumnya.
"Kalau Pilkada Sumsel angka golput 40 persen, dan pada Pileg 2009 29 persen, saya optimis pileg tahun ini hanya 15 persen," tandas Sodikun seperti dilansir dari
Rakyat Merdeka Online Sumsel.
[rus]
BERITA TERKAIT: