Tidak hanya itu, meski pun PDIP mengumumkan calon wakil presiden dan program kerjanya jelang hari H 9 April ini, diyakini perolehan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu tidak banyak mengalami perubahan.
"Saat ini stabil. Kalau pun diumumkan cawapres pendamping Jokowi dan program kerja sebelum pileg, nggak banyak membantu," ujar pengamat politik Ray Rangkuti kepada redaksi sesaat lalu, Selasa (1/4).
Menurut Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia ini, suara Jokowi dan PDIP sudah stabil, kalaupun naik angkanya tidak akan besar.
"Naiknya mungkin bisa 1, 2 atau 3. Kalau 5 persen mungkin nggak sampai," terang Ray.
Kemarin Centre for Stategic and International Studies (CSIS) merilis hasil survei pilihan masyarakat terhadap 12 partai politik; PDIP 20,1 persen, Golkar 15,8 persen, Gerindra 11,3 persen, Hanura 6,7 persen, PKB 6,7 persen, Demokrat 5,8 persen, PAN 4,8 persen, PPP 3,5 persen, PKS 3,4 persen, Nasdem 3,2 persen, PBB 1,3 persen, dan PKPI 0,5 persen.
Sementara untuk figur capres, Jokowi masih unggul dengan memperoleh suara 31,8 persen. Kemudian disusul Prabowo Subianto 14,3 persen, Wiranto 10,3 persen, Aburizal Bakrie 9,3 persen, Megawati 6,3 persen, Rhoma Irama 5,3 persen, Jusuf Kalla 2,3 persen, Mahfud MD 1,4 persen, Hatta Rajasa 1,1 persen, lainnya 3,5 persen dan yang belum punya pilihan 14,4 persen.
[rus]
BERITA TERKAIT: