Utusan SBY Hanya Bawa 5 Juta Riyal untuk Menebus Satinah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 28 Maret 2014, 08:35 WIB
Utusan SBY Hanya Bawa 5 Juta Riyal untuk Menebus Satinah
Maftuh Basyuni
rmol news logo . Presiden SBY mengutus Satgas TKI yang juga mantan Menteri Agama, Maftuh Basyuni berangkat ke Arab Saudi untuk melobi langsung keluarga majikan yang menjadi korban pembunuhan TKI Satinah. Untuk misi tersebut, Maftuh hanya membawa uang tebusan atau diyat sebesar 5 juta riyal dari 7 juta riyal yang ditetapkan.
      
Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Abdul Wahab Bangkona mengatakan, menyelamatkan Satinah dari hukuman pancung bisa dilakukan dengan batas waktu pembayaran diyat sesuai perjanjian sebelumnya, yakni tanggal 3 April.

Karena itu, tim akan melobi keluarga korban agar mau menerima diyat yang telah dikumpulkan. "Makanya tim satgas segera berangkat Jumat besok untuk mengejar batas waktu penyerahan diat," ujarnya kemarin (kamis, 27/3).
       
Wahab mengatakan, pendekatan pribadi penting dilakukan karena jumlah diyat tersebut masih kurang 2 juta diyat dari permintaan keluarga yakni 7 juta diyad atau sekitar Rp 21 miliar. Bila diyat tersebut diterima keluarga, Satinah dapat bebas dari hukuman mati.

Namun, bila nilai diat 5 juta diyad tersebut tidak juga diterima pihak keluarga, tim akan berupaya melobi agar keluarga mau mengundurkan waktu penyerahan diyat.

Dalam negosiasi beberapa waktu lalu, perwakilan pemerintah telah sepakat dengan keluarga korban agar menunda pelaksanaan hukuman mati terhadap Satinah.

Seperti dilansir dari JPNN, Wahab berharap dari pendekatan ulang yang akan dilakukan tim satgas negosiasi akan berjalan dengan baik. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA