"Mereka pahlawan, maka harus dihargai dan diperhatikan nasibnya," kata Ketua Umum Partai Hanura Jederal (Purn) Wiranto di hadapan warga Komplek Saroja, di Wisma Seroja, Bekasi Utara, Kamis (13/2).
Komplek Seroja merupakan lokasi tempat tinggal veteran pejuang operasi Seroja di Timor Timur yang mayoritas kehilangan organ tubuhnya dan janda-janda prajurit saat operasi itu pada tahun 1975-1978 silam. "Ketika saya ada di tempat ini, saya menjadi terkenang ingatan beberapa puluh tahun yang lalu, ketika saya turut berperang bersama para pahlawan bangsa yang dihadapan saya ini, di Timor Timur," ujar Wiranto dalam rilisnya.
Wiranto menceritakan bagaimana pada saat itu ia bersama dengan pejuang lainnya, sama-sama mengikuti perintah dan sama-sama bertempur untuk mempertahankan NKRI. "Masih terbayang di bagaimana pejuang dihadapan saya ini dulu dengan gagah berani menghadapi musuh, mereka bahkan rela mengorbankan hal yang paling berharga yang mereka miliki, yaitu nyawa mereka," imbuhnya.
Maka ketika dirinya mendengar keluhan mengenai nasib para veteran ini, Wiranto kembali sebagai purnawirawan, dan ingin mendengar bagaimana kini keadaan para veteran tersebut, ternyata mereka mengeluh jika gedung RW yang biasa digunakan berkumpul sudah reyot, dan bangunan koperasi pun butuh perbaikan, mendengar itu, Wiranto pun langsung memberikan bantuan untuk renovasi bangunan tersebut sebesar 100 juta rupiah.
Hal senada diungkapkan oleh Amir Siregar yang merupakan veteran operasi seroja pada tahun 1975, ia mengungkapkan masih kurangnya perhatian pada veteran seperti dirinya. "Ya jika yang normal ukurannya, ya kurang, karena kami jika berobat pun kami beli obat sendiri, padahal katanya semua rakyat indonesia bebas berobat, tetapi kita bayar," ujarnya.
Ia pun menyebutkan bahwa kedatangan Wiranto menjadi semacam penambah darah untuknya, karena menurutnya setelah Soeharto lengser tidak ada satupun pejuang yang datang, "Harapan saya kepada pemimpin, santunan cacat kami tolong diselesaikan, sampai sekarang Kepres 1 Januari 2008 masih belum kami nikmati," ujarnya.
Keputusan Presiden yang dimaksud merupakan bantuan dana kehormatan yang diberikan pemerintah kepada veteran Rp 250 ribu per bulan bagi veteran yang sudah mempunyai tuven (tunjangan veteran). Sedangkan bagi yang belum, dana kehormatan yang diterima Rp 450 ribu per bulan. Dana kehormatan yang seharusnya diberikan oleh pemerintah ini sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 24 tahun 2008 yang diberlakukan sejak 1 Januari 2008.
Sementara itu Bambang S. yang juga merupakan Veteran perang Seroja, mengungkapkan harapannya jika Wiranto menjadi orang nomor satu di negeri ini, Wiranto tidak melupakan para anak buahnya di Komplek Seroja. “Kami hanya ingin diperhatikan, karena kini kami hidup seumur hidup dengan menanggung cacat, paling tidak datanglah tiga bulan sekali atau setahun sekali untuk melihat kami," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: