Pasalnya, sebagian elit PKB mengklaim akan mengusung mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Namun, sebagian lainnya juga menyebut Rhoma Irama sebagai capres dari partai yang kerap diasosiasikan dengan Nahdatul Ulama (NU) itu.
Menanggapi sikap yang mendua ini, Wakil Sekjen PKB Daniel Johan menegaskan bahwa partainya memberi dukungan baik kepada Mahfud maupun Rhoma. Namun, dukungan itu sifatnya belum final.
"PKB akan menerima semua tokoh yang meminta semua dukungan. Pada akhirnya PKB akan menilai siapa yang paling dekat dengan masyarakat," ujar Daniel di sela-sela acara deklarasi Mahfud MD sebagai capres dari PKB di Hotel Nam Center, Kemayoran, Jakarta, Minggu (28/12).
Menurut Daniel, PKB dalam waktu dekat akan menggelar poling untuk mengukur respon masyarakat terhadap Mahfud MD dan Rhoma Irama. Hasil polling akan menjadi penentu calon presiden yang akan diusung PKB.
"Karena itu Pak Mahfud kita dorong, mendekatkan diri untuk bersama masyarakat," imbuhnya sebagaimana dilansir
JPNN (Minggu, 29/12).
Baik Rhoma maupun Mahfud telah menggelar acara deklarasi calon presiden di sejumlah lokasi beberapa minggu terakhir ini. Acara-acara tersebut pun turut dihadiri oleh para petinggi PKB.
[ian]
BERITA TERKAIT: