Hal tersebut terkait keikutsertaanya sebagai salah satu kandidat capres di Konvensi Rakyat.
"Konvensi ini tidak ada pengaruhnya dengan PBB," tegas Yusril ketika ditemui pasca konferensi pers yang digelar Komite Konvensi Rakyat di bilangan Senen, Jakarta pada Kamis (19/12).
Yusril juga menyebut bahwa keputusannya untuk bergabung dengan Konvensi Rakyat tidak ada kaitannya dengan PBB. Menurutnya, keikutsertaanya dalam konvensi adalah untuk menghormati gagasan mengenai penjaringan capres oleh rakyat yang digagas Salahudin Wahid tersebut.
"Saya menghormati Pak Salahuddin Wahid yang mengajak untuk ikut konvensi, dan saya terima," jelas pakar hukum tata negara tersebut.
Dengan keikutsertaanya dalam konvensi, Yusril berharap mampu memberikan alternatif dalam pesta demokrasi 2014 mendatang yang akan menentukan pemimpin Indonesia untuk lima tahun berikutnya.
"Mudah-mudahan ini (Konvensi Rakyat) akan memberikan alternatif lain dalam pemilihan presiden," demikian Yusril.
Untuk diketahui, Konvensi Rakyat merupakan mekanisme penjaringan calon presiden alternatif yang digagas oleh Salahuddin Wahid bersama sejumlah rohaniawan, akademisi, dan tokoh nasional. Konvensi yang dideklarasikan pada 10 November lalu akan menggelar debat publik dan survei untuk memunculkan satu tokoh yang dianggap layak menjadi capres. Tokoh tersebut kemudian akan direkomendasikan kepada partai politik untuk dapat ikut berlaga pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang.
[rus]