Demikian ditegaskan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa kepada wartawan di Universitas Sriwijaya, Palembang, Senin (4/11).
"Peringkat kita itu tidak turun, tapi sudah melompat 8 poin (dari peringkat 128), itu cukup bagus. Daya saing kita juga telah melompat 12 poin dan tetap akan kita pertahankan, kalau perlu kita tingkatkan," tegas Hatta.
Menurutnya, pemerintah juga telah melakukan banyak upaya dalam membantu meningkatkan iklim bisnis dan investasi dalam negeri. Salah satunya dengan memangkas perizinan yang berbelit-belit dan melakukan reformasi birokrasi secara agresif.
"Dengan berbagai kebijakan itu, nantinya kita harapkan ada loncatan yang cukup jauh dari iklim berinvestasi dan berbisnis di Indonesia," sambung Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini.
Laporan yang dirilis Bank Dunia terkait peringkat kemudahan berbisnis (Doing Business) menempatkan Indonesia di posisi 120. Peringkat ini jauh dari posisi negara tetangga, seperti Singapura yang duduk di peringkat pertama dan Malaysia di peringkat keenam.
Bahkan, beberapa kalangan juga memperkirakan jika negara-negara tetangga lainnya seperti Vietnam, Kamboja dan Myanmar berpotensi melewati posisi Indonesia dalam hal kemudahan berbisnis dan melakukan investasi.
[dem]
BERITA TERKAIT: