"Sudah jadi ketua dewan kehormatan dan Ketua Dewan Pembina masak jadi Ketua Umum, ya saya nggak nyebut nama siapa-siapa tapi ya kalian sudah tahu," ujar Cak Nun dalam diskusi di markas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (1/11).
Menurutnya, langkah SBY yang juga menjabat sebagai presiden RI merupakan fenomena yang menunjukkan bahwa etika berpolitik sudah hilang dalam praktik politik di Indonesia.
"Itu kan nggak lucu, estetika sudah hilang. Anda sudah jadi gubernur, masa mau jadi bupati? Sudah jadi kyai, maulana, masak mau jadi syeikh?. Sudah jadi nabi kok mau jadi wali sama saja sudah lulus SMA masuk SMP," tukasnya.
Pemimpin besar, lanjut Cak Nun, seharusnya mampu menjaga nilai-nilai kepantasan dalam menjalankan pemerintahan.
"Kalau kamu presiden kamu harus berlaku kepantasan sebagai seorang presiden, karena kamu itu perwakilan seluruh Indonesia. Jangan langsung bilang 2000 persen, pikirkan dulu baik-baik," tandasnya disambut tawa audiens.
[dem]
BERITA TERKAIT: