Prof. Subur Tak Peduli Kasusnya Dimanfaatkan untuk Dongkrak Popularitas PPI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 21 Oktober 2013, 15:29 WIB
Prof. Subur Tak Peduli Kasusnya Dimanfaatkan untuk Dongkrak Popularitas PPI
ANAS DAN PASEK DI RUMAH PERGERAKAN/NET
rmol news logo Isu penjemputan Badan Intelijen Negara (BIN) terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Prof. Subur Budhisantoso dianggap sebuah cara menaikkan popularitas organisasi masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) besutan Anas Urbaningrum.

Namun, Subur yang namanya dikaitkan dengan isu tersebut mencoba menjawab secara diplomatis. Menurutnya apakah isu tersebut untuk menaikkan salah satu pihak itu merupakan hak pribadi. Namun, Subur mengaku tidak peduli akan hal tersebut.

"Ya, itu hak-haknya dia (Anas Urbaningrum) kan. Saya nggak peduli," tegasnya usai menggelar jumpa pers di kediamannya Jalan Kertanegara No 49, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/10).

Menurutnya, sebagai pimpinan ormas tentu mempunyai tujuan untuk mengembangkan organisasi menjadi lebih besar. Namun, lanjut Subur, pengembangan tersebut juga harus disertai pembinaan terhadap pihak-pihak yang menjadi kader dari organisasi itu.

"Kalau saya punya organisasi, ya akan saya kembangkan. Tetapi jangan lupa membina anggota-anggotanya," tegas Subur yang mengenakan batik berwarna biru.

Subur kembali menegaskan, tidak akan ambil pusing terkait isu yang dimunculkan oleh anggota dari ormas Anas Urbaningrum tersebut. Kalau memang benar isu itu dimunculkan untuk menaikkan popularitas mereka, maka mereka akan mendapatkan petaka.

"Kalau saya orang baik ya, ya biarin aja. Nanti mereka juga yang akan mendapatkan pahala atau petaka," pungkasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA