"Saya melihat ini kesalahan komunikasi," ujarnya dalam konferensi pers di kediamannya, Jalan Kertanegara nomor 49, Jakarta Selatan, Senin (21/10).
Ia bercerita bahwa saat itu (Jumat, 18/10) ia memiliki agenda bertemu dengan Kepala BIN, Letjen Marciano Norman, di kantor BIN pada pukul 10.00. Pertemuan ini dilakukan untuk membicarakan masalah negara yang sangat penting.
"Dan kebetulan saya datang bareng mobil Patwal yang pakai sirine segala. Mungkin itu (sirine) beri kesan saya dijemput," ujarnya dengan suara pelan.
Kemudian, sang profesor mendapat berita bahwa Marciano sedang ada kesibukan menjemput Presiden SBY di Halim Perdanakusuma. Akhirnya ia diminta untuk menungggu hingga pukul 13.00 WIB. Namun, karena waktu itu ia juga punya agenda di Pontianak yang mengharuskan ia terbang ke sana pukul 11.30, maka Subur meninggalkan kantor BIN.
"Tapi saya baru dapat berita mengenai pertemuan di PPI. Dan itu benar ada undangan dari PPI tapi di Blackberry saya," jelas Subur.
"Jadi, sama sekali tidak ada penjemputan terhadap BIN, penggelendangan, atau pencokokan," tegas dia.
[ald]
BERITA TERKAIT: