"Dari pantauan saya di lapangan beberapa hari terakhir ini, saya melihat dan mendengar bahwa pemilih kalangan menengah, pemilih berusia muda dan para ibu rumah tangga punya kecenderungan untuk memilih pasangan Bima Arya-Usmar Hariman," ujar dosen Fakultas Hukum Universitas Djuanda, Bogor, Junaidi, di Bogor, Jum'at (13/9).
Junaidi berpendapat pasangan Bima-Usmar sangat diminati oleh masyarakat. Selain populer, sosok Bima Arya dipandang bebas dari konflik.
"Saya sendiri mengamati jika Bima dianggap publik bersih sebab sebelumnya sama sekali tidak pernah terkait dengan birokrasi pemerintah Kota Bogor," tambahnya.
Junaidi memprediksi, pasangan nomor urut 2 itu akan bersaing ketat melawan Rukhyat-Aim yang dianggap mewakili kepentingan incumbent yang dikenal punya basis massa tradisional dan fanatik dalam pilkada dua periode terakhir.
"Pasangan Rukhyat-Aim akan tergerus kalah jauh oleh Bima-Usmar. Sebab dukungan kepada mereka saat ini sudah sangat jauh berkurang akibat isu korupsi yang melanda petinggi partai pengusungnya yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagaimana banyak diberitakan media massa.
Pemilihan Walikota Bogor sendiri akan digelar Sabtu besok (14/9), diikuti lima pasangan calon, yakni Firman Halim-Gartono, Bima Arya-Usmar Hariman, Achmad Ru'yat-Aim Halim Hermana, Dody Rosadi-Untung W Maryono dan Syaiful Anwar-Muztahidin Al Ayubi.
[rus]
BERITA TERKAIT: