Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Isran Noor, Rabu (21/8).
"Di tengah euphoria 2014, ekonomi kita dalam posisi lampu kuning. aya kira siapapun, termasuk pemerintah perlu mengembalikan kepercayaan. Caranya dengan memberi arah pada tahun politik ini ke hal yang lebih substantif, yakni menciptakan optimisme ditengah kompetisi politik yang terbuka, fair, seperti bagaimana pasar bekerja," tuturnya.
Elite politik dan semua pihak, lanjutnya, harus memperlihatkan persatuan dan mendorong kepemimpinan gagasan atas solusi kebangsaan kerakyatan yang dibutuhkan rakyat saat ini.
" Meski sah sah saja, namun kiranya kurang elok jika semua sibuk mengejar popularitas ditengah pelemahan rupiah yang semakin mengkhawatirkan, dan defisitnya neraca perdangangan yang kian suram," jelasnya.
Dikatakan Isran Noor seperti tertulis dalam keterangan persnya, di tahun 2014 nanti kita tidak semata hanya memiliki agenda untuk memilih pemimpin, tetapi jangan melupakan capaian pembangunan yang sudah ditetapkan sebelumnya, seperti swasemba beras, swasembada daging, dan swasembada gula.
"Karenanya, hemat saya tahun politik ini harus dimaknai sebagai tahun gotong royong, spirit memperbaiki keadaan dan menemukan pemimpin yang mengerti amanat penderitaan rakyat," pungkas Ketua DPD Demokrat Kalimantan Timur itu.
[dem]
BERITA TERKAIT: