"Kita gak bisa seperti ini terus. Harus ada stok nasional, kalau tidak, setiap jelang lebaran, jelang natal dan tahun baru pasti harga di pasar meroket," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo, Selasa (23/7).
Menurut dia, saat ini pemerintah sepertinya sedang membuat pasar bebas, sehingga yang dirugikan adalah petani, padagang dan konsumen. Sebaliknya yang diuntungkan adalah tengkulak dan pengusaha.
Anggota Komisi IV DPR RI ini mencontohkan, Cina memiliki stok berbagai komuditi hingga 5 tahun lamanya, begitu juga India memiliki stok nasiaonal selama 2-3 tahun. "Kita kan baru satu komuditi yaitu beras, itupun hanya dua bulan," terangnya.
Makanya kata dia, pemerintah harus berani membuat trobosan membuat stok pangan. Soal mampu atau tidak, nanti akan bisa diukur oleh Kementerian Pertanian dan Perdangan.
"Kalau sudah ada stok nasional, tiba-tiba pasar tidak kondusif, kita bisa gelontorkan langsung stok kita agar masyarakat tidak menjerit," tandas Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI ini.
"Jangan setiap tahun, ini terus masalahnya. Seolah-olah sudah direncanakan sejak awal dengan matang," tambahnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: