PPP: Sanksi Keras Sekolah yang Kedepankan Fisik saat MOS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 21 Juli 2013, 15:29 WIB
PPP: Sanksi Keras Sekolah yang Kedepankan Fisik saat MOS
Reni Marlinawati/net
rmol news logo Politisi Senayan menyesalkan atas meninggalnya Puspita siswi SMK 1 Pandak Kabupaten Bantul dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di Bantul, DIY, pada Jumat (19/7) lalu.

"Saya sangat menyesalkan peristiwa wafatnya siswa saat MOS yang selalu berulang setiap tahun," ujar Anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati di Jakarta, Minggu (21/7).

Menurutnya, pemerintah harus bersikap tegas terhadap sekolah yang masih kedepankan pendekatan fisik dalam melaksanakan MOS.

"Harus diberi sanksi keras," tegas Wakil Sekretaris Fraksi PPP DPR RI ini.

Lanjut Reni mengatakan, sejak awal pelaksanaan MOS, semestinya panitia telah mengetahui jejak rekam medik peserta MOS. Dengan data rekam jejak medik siswa, panitia dapat memberi perlakuan khusus kepada mereka yang memang memiliki jejak rekam medik kurang bagus.

"Sehingga dalam MOS dapat dipilahkan mana yang fisiknya kuat dan mana yang lemah," tandas Reni. Diketahui, Puspita memiliki jejak rekam penyakit epilepsi. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA