Presiden SBY: APBN Bisa Keliru Bila Dikaitkan Politik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 17 Juli 2013, 06:14 WIB
Presiden SBY: APBN Bisa Keliru Bila Dikaitkan Politik
sby/net
rmol news logo Presiden SBY menilai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2014 sangat penting, disamping sebagai APBN terakhir masa bhakti pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, APBN 2014 ini akan menuntaskan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional  (RPJMN) lima tahunan yang diselenggarakan dalam lingkungan politik yang khas yaitu tahun pemilihan umum.

Demikian SBY saat menyampaikan pengantar pada Rapat Kabinet Terbatas yang membahas masalah postur APBN 2014 di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (Selasa, 16/7).

SBY menekankan, APBN 2014 direncakakan dan dipersiapkan pada saat melaksanakan kegiatan pra pemilihan umum dan dijalankan pada saat negara melaksanakan pemilihan umum. Ia juga mengingatkan pemerintah harus betul-betul kokoh pada pikirkan, rencanakan, dan persiapkan, apalgia proses penyusunan RAPBN ini kata dia sebuah proses yang sistemik, melibatkan semua pihak, kita rencanakan dan persiapkan dengan baik, tentunya telah mempertimbangkan semua aspek.

Boleh jadi kata SBY, dalam perjalanannya setelah dipidatokan bulan depan di hadapan sidang gabungan DPR RI dan DPD RI, akan banyak sekali penyesuaian atau perubahan. Dimungkinkan sebuah RAPBN mengalami perubahan dan penyesuaian sebelum akhirnya menjadi APBN definitif.

"Tetapi saya ingatkan, terus terang berdasarkan pengalaman kita di waktu yang lalu pembahasan tersebut haruslah tetap berada dalam koridor untuk menghadirkan sebuah APBN yang tepat sesuai dengan prioritas dan agenda yang telah kita tetapkan, baik untuk menjalankan tugas-tugas pemerintahan maupun tugas tugas pembangunan," terangnya.

Kepala negara ini juga mengingatkan seperti dilansir dari situs resmi Sekterariat Kabinet (setkab.go.id), jangan sampai ada godaan-godaan, pasalnya APBN bisa berubah karena dipengaruhi oleh faktor politik.

"Kita harus kokoh di situ, kita harus menjadi negarawan, lebih dari sekedar politisi, sebab kalau segala sesuatu dikaitkan dengan politik, dengan pemilu apalagi untuk mendapatkan simpati dan dukungan rakyat, bisa keliru kita punya APBN," tegas SBY yang juga didampingi Wapres Boediono.

Tambah SBY, kalau APBN keliru, yang menerima dampaknya semua rakyat Indonesia.

"Saya pesan betul jajaran kementerian diminta untuk betul-betul jernih, kokoh dan kemudian membahasnya dengan teman-teman di DPR, DPD RI dengan baik," demikian SBY. [rsn]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA