"Politik tidak mungkin lepas. Yang lepas kan kegiatan di luar partai," ujarnya kepada wartawan di kediamannya, di Jl. Teluk Langsa, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu (4/5).
Anas mengatakan bahwa kegiatan politiknya masih tetap berjalan dan bahkan komunikasi antara dirinya dengan teman-temannya di Demokrat masih tetap berlangsung. "Kalau malam masih sempat ngumpul sama teman-teman," jelasnya.
Kesempatan ngumpul bareng ini ia manfaatkan untuk membahas masalah politik ringan. Selain itu, ngumpul bareng juga merupakan hiburan tersendiri bagi Anas karena di kesempatan itu ia bisa
sharing tentang cara komunikasi politik baru.
"Itu hiburan dan saya berusaha mengkreasi cara komunikasi politik yang jangan-jangan jadi cara komunikasi yang baru," kata Anas.
Pasalnya dari proses ngumpul bareng itu pernah tercetus ide dari Anas untuk berkomunikasi politik dengan menggunakan media wayang. Tokoh wayang, lanjut Anas, sengaja dilakukan untuk mempopulerkan kembali wayang.
"Karena wayang itu aset budaya bangsa yang semakin hilang dari kamus budaya anak muda. Ketika diangkat lagi tokoh sengkuni, rame lagi wacana tentang wayang," lanjutnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: