Ada beberapa alasan kenapa M. Nuh harus mundur.
"Penyelenggaraan Ujian Negara terbukti berantakan," kata Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia, Zulham Effendi, dalam pesan yang dikirimnya ke redaksi, Jumat (19/4).
Selain itu, lanjut dia, M. Nuh juga telah gagal dalam mengurus pelajar Indonesia di luar negeri. Beasiswa Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) bagi pelajar Indonesia di luar negeri dikelola tidak profesional. Akibatnya, banyak pelajar yang harus berhutang dan bekerja untuk sekedar bertahan hidup.
"Dia (M. Nuh) kurang peduli terhadap aktivitas pelajar Indonesia di luar negeri," demikian Zulham.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: